Perang dunia ke-2
Perang Dunia II, atau Perang Dunia Kedua (biasa
disingkat PDII) adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang
melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan
besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan: Sekutu dan Poros. Perang ini
merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100 juta
personel. Dalam keadaan "perang total," pihak yang terlibat
mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah untuk
melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber
militer. Lebih dari tujuh puluh juta orang, mayoritas warga sipil, tewas. Hal
ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dalam sejarah
manusia.Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai saat Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat. Secara resmi PD II berakhir ketika Jepang menandatangani dokumen Japanese Instrument of Surrender di atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 September 1945, 6 tahun setelah perang dimulai.
Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua tua; yaitu Afrika, Asia dan Eropa. Berikut adalah data pertempuran-pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua.
Asia
dan Pasifik
1937:
Perang Sino-Jepang
Konflik
perang mulai di Asia beberapa tahun sesudah pertikaian di Eropa.
Jepang telah menginvasi Cina pada tahun 1931,
jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret,
Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo,
negara boneka bentukan Jepang di Manchuria.
Pada 1937,
perang dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.
Roosevelt
menandatangani sebuah perintah eksekutif
yang tidak diterbitkan (rahasia) pada Mei 1940
yang mengijinkan personel militer AS untuk mundur dari tugas sehingga mereka
dapat berpartisipasi dalam operasi terselubung di Cina sebagai "American Volunteer Group" (AVG)
(juga dikenal sebagai Harimau Terbang Chennault). Selama tujuh bulan, kelompok Harimau
Terbang berhasil menghancurkan sekitar 600 pesawat Jepang, menenggelamkan sejumlah
kapal Jepang, dan menghentikan invasi Jepang terhadap Burma. Dengan adanya
tindakan Amerika Serikat dan negara lainnya yang memotong
ekspor ke Jepang, maka Jepang merencanakan serangan terhadap
Pearl Harbor
pada 7 Desember
1941
tanpa peringatan deklarasi perang; sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada Armada Pasifik Amerika. Hari berikutnya, pasukan Jepang tiba di Hong Kong,
yang kemudian menyebabkan menyerahnya
pasukan Inggris pada Hari Natal di bulan itu.
1940:
Jajahan Perancis Vichy
Pada
1940,
Jepang menduduki Indocina Perancis (kini Vietnam)
sesuai persetujuan dengan Pemerintahan Vichy meskipun secara lokal terdapat
kekuatan Pembebasan Perancis (Forces Françaises Libres/FFL), dan bergabung dengan kekuatan Poros
Jerman
serta Italia.
Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania Raya
yang bereaksi dengan memboikot kiriman minyak
terhadap Jepang.
1941:
Pearl Harbor, A.S.
turut serta
dalam perang, invasi Jepang di Asia Tenggara.
Pada
7 Desember
1941,
pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo
melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor,
pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi
perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera
mengumumkan perang terhadap Jepang.
Bersamaan
dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS
di Filipina.
Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina dan koloni-koloni Inggris di Hong Kong,
Malaya,
Borneo
dan Birma
dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak
Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang
lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas
Britania Raya di Singapura juga dikuasai,
yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dan
sejarah yang paling memalukan bagi Britania.
1942:
Invasi Hindia-Belanda
Penyerbuan
ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang
ke Labuan,
Brunei,
Singapura,
Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan
dan Balikpapan
yang merupakan daerah-daerah sumber minyak.
Jepang sengaja mengambil taktik tersebut sebagai taktik gurita
yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung
dalam front ABDA (America (Amerika Serikat),
British (Inggris),
Dutch (Belanda),
Australia)
yang berkedudukan di Bandung. Serangan-serangan itu mengakibatkan
kehancuran pada armada laut ABDA khususnya Australia dan Belanda.
Sejak
peristiwa ini, Sekutu akhirnya memindahkan basis pertahanannya ke Australia
meskipun demikian Sekutu masih mempertahankan beberapa kekuatannya di Hindia
Belanda agar tidak membuat Hindia Belanda merasa ditinggalkan dalam pertempuran
ini.
Jepang
mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa
pada bulan Februari-Maret 1942 dimana terjadi Pertempuran Laut
Jawa
antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman.
Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.
Jepang
menyerbu Batavia
(Jakarta)
yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang
dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater,
kota Bandung
yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara di
front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya
sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.
Terancamnya
kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima
Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten
mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan
antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura
dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur
Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Pada Awalnya Belanda bermaksud
menyerahkan kota Bandung namun tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia
Belanda kepada Pihak Jepang. Pada saat itu posisi Panglima tertinggi angkatan
perang Hindia Belanda tidak lagi berada pada Gubernur
Jendral namun diserahkan kepada Ter Poorten sehingga dilain waktu Belanda
menganggap bahwa kedudukan di Hindia Belanda masih tetap sah dilanjutkan. Namun
setelah Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung akhirnya Jendral Ter
Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
1942: Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal
1943–45: Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik
1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang
Afrika
dan Timur Tengah
1940:
Mesir dan Somaliland
Pertempuran
di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris
di Mesir
memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya
yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez
yang vital. Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik
dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti
pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran
(Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk
mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang belakangan
dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel
mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir.
1941:
Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk
Pada Juni
1941
Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah
dan Lebanon,
merebut Damaskus
pada 17 Juni.
Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh
kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar
Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya
terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak.
Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar
Yerusalem
melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran
serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi
di atas kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian
bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan
cepat ke arah timur, merebut kota pelabuhan Tobruk.
Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga
serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.
1942:
Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua
Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli
dan 27 Juli
1942.
Pasukan Jerman sudah maju ke yang titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria
dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai,
dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.
Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober
dan 3 November
1942
sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck
sebagai komandan Eighth Army.
Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai
"Rubah Gurun", absen pada pertempuran luar
biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning
di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan
serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank
daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran
ini.
Sekutu
mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama
pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada
pertolongan kali ini dari Luftwaffe,
yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan
melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel.
Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang
cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel
pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada
kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat
seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan
Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.
1942:
Operasi Obor (Torch Operation),
Afrika Utara Perancis
Untuk
melengkapi kemenangan ini, pada 8 November
1942
dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan
Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah
merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair
melalui pendaratan simultan di Casablanca,
Oran,
dan Aljazair,
yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bône, gerbang menuju Tunisia.
Pasukan
lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas,
sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka.
1943: Kalahnya Korps Afrika
Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika. Pasukan Jerman dan Italia terjepit di antara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libya. Pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan menawan 250.000 tentara Axis.Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943. Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.
Eropa
dan Rusia (Uni Soviet)
1939:
Invasi Polandia, Invasi Finlandia
Perang
Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan
ke Polandia
pada 1 September 1939
yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan
taktik Blitzkrieg, dengan memanfaatkan musim panas yang
menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering yang
memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman
serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka. Polandia yang sebelumnya pernah
menahan Uni Soviet pada tahun 1920-an saat itu tidak
memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang
siapan pasukan garis belakang dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia
menyebabkan Polandia sukar memberi perlawanan meskipun masih memiliki 100
pesawat tempur namun jumlah itu tidak berarti melawan Angkatan Udara Jerman "Luftwaffe". Perancis
dan kerajaan Inggrismenyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September
sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret
1939.
Setelah
mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi,
tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari
timur yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis
demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov.
Akhirnya Polandia menyerah kepada Nazi
Jerman
setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa
pemimpin Polandia melarikan diri di antaranya ke Rumania.
Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia
terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.
Jatuhnya
Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris
dan Perancis
yang saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin
dari Perancis membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun
juga menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill.
Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya
membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman.
Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktik-praktik kejam Pasukan SS
dibawah Heinrich Himmler.
Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia
oleh Uni Soviet,
30 November
1939.
Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet
memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena
Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang
dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan
menggantikan Lenin.
Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak
ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari
tetangganya Swedia
yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim
dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit
(kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar
besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut
kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk
mengadakan perjanjian perdamaian.
Ketika
Hitler
menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang
Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.
1940: Invasi Eropa Barat, Republik-republik Baltik,
Yunani, Balkan
Perang Dunia II di
Eropa. Merah adalah Sekutu atau penguasaannya, Biru adalah Axis atau
penguasaannya, dan Hijau adalah Uni Soviet sebelum bergabung dengan Sekutu
tahun 1941.
Dengan
tiba-tiba Jerman menyerang Denmark dan Norwegia
pada 9 April
1940
melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu
melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik
untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan
Norwegia-pun menyerah.
Operasi
Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis,
dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei
1940,
mengakhiri apa yang disebut dengan "Perang Pura-Pura" (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara
Jerman menyerang Belgia, Belanda,
dan Luxemburg
untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan
melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat
jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan
menyerang Perancis. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian
dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo.
Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot
sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan
gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.
Pada
Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia,
Lituania,
dan Estonia
serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara
dari Rumania.
Jerman
bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut
dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe
melawan AU Inggris Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol
atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan
Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe
dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan
besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin
yang ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang
menyerang London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire
dan Huricane dapat beristirahat. Perang juga
berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat)
berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke
Inggris dari Amerika Serikat.
Pada
27 September
1940,
ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman,
Italia,
dan Jepang
yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros).
Italia
menyerbu Yunani
pada 28 Oktober
1940
melalui Albania,
tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke
Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini
berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal
sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari
sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu
sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat
perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang didominasi oleh Serbia
dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito.
Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis
di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.
1945:
Runtuhnya Kekuasaan Nazi Jerman
Pada
akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni
Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri dengan cara menembak
kepalanya sendiri bersama dengan istrinya Eva Braun di dalam bunkernya, sehari
sebelumnya Adolf Hitler
menikahi Eva Braun,
dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah
menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2 Mei, Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan
Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada
tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal 2 juga.
Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4.
Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di
negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal
9 Mei dengan tujuan politik.
Akibat
perang
umlah korban
meninggal dalam Perang Dunia II. Indonesia merupakan negara dengan jumlah
korban kelima terbanyak, yang hampir semuanya adalah dari rakyat sipil
Bidang
Politik
- Amerika Serikat dan Uni Soviet menjadi negara pemenang dalam Perang Dunia II dan tumbuh menjadi negara adikuasa (superpower).
- Menimbulkan Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.
- Timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia, India, Pakistan, Sri Lanka dan Filipina.
- Beberapa negara terpecah seperti Korea, Vietnam dan Jerman.
- Dibentuk NATO dan Pakta Warsawa.
Bidang
Ekonomi
Dalam
bidang ekonomi terjadi depresi yang sangat luas. Pengangguran terjadi di
mana-mana. Negara yang kalah perang kekurangan modal untuk membangun kembali
negaranya. Amerika Serikat menawarkan berbagai bantuan program pembangunan
(penanaman modal dan pinjaman modal). Berikut ini berbagai bentuk bantuan ekonomi
dari Amerika Serikat.
- Truman Doctrine yang diarahkan untuk membantu Turki dan Yunani.
- Marshall Plan diprogramkan untuk membangun kembali Eropa.
- Point Four Truman diarahkan untuk bantuan bagi negara-negara yang masih terbelakang, terutama di Asia.
- Colombo Plan yang disponsori Inggris ingin membentuk kerja sama ekonomi dan kebudayaan.
Bidang
Sosial dan Kerohanian
- Menimbulkan bencana besar bagi umat manusia, kerugian harta benda, dan nyawa sangat besar. Banyak anak kehilangan orang tua dan orang cacat korban perang.
- Dibentuknya Perserikatan Bangsa-Bangsa tanggal 24 Oktober 1945.